Friday, September 18, 2015

HUKUM ISLAM

1. Mukallaf

     Mukallaf adalah orang yang dibebani untuk menjalankan ajaran Islam karena sudah baligh, sehat akal dan telah menerima ajaran Islam serta sudah berikrar dengan dua kalimat syahadat. Mukallaf akan mendapatkan pahala apabila mengerjakan amalan yang wajib dan sunnah, dan akan mendapat dosa apabilamengerjakan amalan yang haram.

2. Hukum-Hukum Islam

     Hukum Islam juga bisa disebut Hukum Syara' yakni suatu undang-undang atau peraturan yang bersumber dari Al-Qur'an dan Hadits Rasulullah SAW.
          Hukum Islam dibagi menjadi lima :
          (1) Wajib
          (2) Sunnat
          (3) Mubah
          (4) Makruh
          (5) Haram

Keterangan :

(1) Wajib
     Suatu amalan bila diamalkan mendapat pahala dan bila tidak diamalkan akan mendapat dosa. Wajib atau fardlu ada dua bagian, yaitu :
  • Wajib 'Ain :
    Amalan yang harus dikerjakan oleh setiap orang mukallaf, misalnya sholat wajib lima kali sehari (Isya', Subuh, Dzuhur, Asar, Maghrib), puasa di bulan ramadhan, dsb.
  • Wajib Kifayah :
    Amalan yang bila sudah dikerjakan oleh sebagian mukallaf, maka hilanglah kewajiban terhadap sebagian mukallaf lainnya dan mendapat pahala bagi mukallaf yang mengerjakannya, namun bila tidak ada yang mengerjakan maka seluruh mukallaf mendapatkan dosa, misalnya menyelesaikan jenazah sampai mengkuburkannya, menjawab setiap lantunan adzan.
(2) Sunnat
     Suatu amalan bila diamalkan mendapat pahala dan bila tidak diamalkan tidak mendapat dosa. Sunnat ada dua bagian yaitu :
  • Sunnat Mu'akkad :
    Amalan yang sangat dianjurkan untuk mengamalkannya karena Rasulullah SAW senantiasa mengamalkannya, misalnya sholat dua hari raya.
  • Sunnat Ghoiru Mu'akkad :
    Amalan sunnat yang tidak senantiasa diamalkan Rasulullah SAW, misalnya puasa sunnat.
(3) Mubah
     Amalan yang apabila diamalkan tidak berpahala maupun berdosa, demikian pula jika tidak diamalkan.

(4) Makruh
     Amalan yang apabila diamalkan tidak berdosa, dan bila tidak diamalkan mendapat pahala, misalnya merokok.

(5) Haram
     Amalan bila diamalkan mendapat dosa, dan bila tidak diamalkan mendapat pahala, misalnya mencuri, berzina, dsb.

3. Syarat Dan Rukun
  • Syarat
    Amalan yang harus dipenuhi di luar pekerjaan, sebagai penyebab sahnya pekerjaan.
  • RukunAmalan yang harus dipenuhi di dalam pekerjaan, sebagai penyebab sahnya pekerjaan.
    Misalnya membaca Al-Fatihah dalam sholat.
  • Sah
    Telah terpenuhinya syarat dan rukun dengan benar.
  • BatalKurang / Tidak terpenuhinya syarat dan rukun dengan benar. 
     Dengan demikian, apabila syarat dipenuhi di luar pekerjaan sedang rukun dipenuhi di dalam pekerjaan, bila keduanya dipenuhi dengan benar, maka pekerjaan itu dianggap sah oleh syara'.Namun bila keduanya atau salah satu saja tidak terpenuhi dengan benar, maka pekerjaan tersebut dianggap batal oleh syara'.

source : Risalah Sholat Lengkap (Ust. Labib Mz)

No comments :

Post a Comment